Allah Akan Menolong Siapa yang Menolong Orang dari Riba

Allah Akan Menolong Siapa yang Menolong Orang Dari Riba

Sahabat SRM, saat ini jeratan hutang riba telah mencekik leher banyak masyarakat dengan begitu kuat. Banyak masyarakat yang bahkan sudah tidak mampu untuk membayarnya termasuk dengan menjual seluruh hartanya. Ada juga masyarakat yang fakir dan miskin serta dalam kondisi sudah lanjut usia namun masih memiliki beban hutang riba yang besar. Mereka harus ditolong dari riba, jangan sampai kita membiarkannya bahkan sampai meninggal masih memiliki hutang riba.

"...Aku ingin memberitahu sesuatu yang baik. Sahabat kamu telah dilarang dari memasuki surga karena memiliki hutang. Kemudian aku lihat hutang itu telah dibayar (oleh kamu) dan tidak ada yang tinggal untuk menuntut apa-apa darinya." (H.R Abu Daud)

"Ketika Allah mengaruniakan penaklukan kepada Nabi beliau bersabda: Aku lebih dekat kepada mereka yang beriman lebih dari diri mereka sendiri. Jadi jika ada orang meninggal dunia dan meninggalkan hutang aku bertanggung jawab untuk membayarnya. Dan jika ada meninggalkan harta itu adalah untuk warisnya." (H.R Abu Daud)

Menolong orang yang berhutang dapat dilakukan dalam berbagai hal, bahkan memberikan jangka tempo juga termasuk bagian dari menolong yang sangat meringankan beban hidupnya. 

"Dan jika orang yang berhutang itu sedang mengalami kesempitan hidup, maka berilah tempo sehingga ia lapang hidupnya dan (sebaliknya) bahwa kamu sedekahkan hutang itu (kepadanya) adalah lebih baik untuk kamu, kalau kamu mengetahui." (QS Al-Baqarah : 280)

"Aku (Nabi Muhammad SAW) lebih dekat kepada mereka yang beriman lebih dari diri mereka sendiri. Jadi jika ada orang yang meninggal dunia dan meninggalkan hutang aku bertanggung jawab untuk membayarnya. Dan jika ada meninggalkan harta itu adalah untuk warisnya." (H.R Ahmad)

Menolong orang yang berhutang memiliki banyak sekali keutamaan antara lain:

1. Memberikan tempo hutang akan diberikan imbalan sedekah setiap harinya

"Apabila seseorang memiliki pembayaran hutang yang harus dijelaskan kepadanya oleh orang lain, dia akan diberi imbalan sedekah untuk setiap hari yang mana ia mengizinkan orang yang berhutang itu menunda pembayarannya." (H.R Ahmad)

“Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan,  dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (H.R. Ahmad)

2. Allah akan meringankan setiap kesulitannya dan banyak memberi kemudahan pada hari kiamat

Dari Umar ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : "Sesama muslim itu bersaudara. Oleh karena itu, jangan menganiaya dan jangan mendiamkannya. Siapa saja yang memperhatikan kepentingan saudaranya, Allah akan memperhatikan kepentingannya. Siapa saja yang melapangkan satu kesulitan sesama muslim, niscaya Allah akan melapangkan satu kesulitan dari beberapa kesulitannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi kejelekan seorang muslim Allah akan menutupi kejelekannya pada hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sahabat Hudzaifah radhiallahu a’nhu menuturkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, (Pada hari kiamat) Allah Taala  mendatangkan salah seorang hamba-Nya yang pernah Ia beri harta kekayaan, kemudian Allah Taala  Taala bertanya kepadanya, Apa yang engkau lakukan ketika di dunia? (Qs. an-Nisa: 42) Ia pun menjawab, Wahai Tuhanku, Engkau telah mengaruniakan kepadaku harta kekayaan, dan aku berjual beli dengan orang lain, dan kebiasaanku (akhlakku) adalah senantiasa memudahkan, aku meringankan (tagihan) orang yang mampu dan menunda (tagihan kepada) orang yang tidak mampu. Kemudian Allah Taala  berfirman, Aku lebih berhak untuk melakukan ini daripada engkau, mudahkanlah hamba-Ku ini. (Muttafaqun alaih)

3. Allah akan melipatgandakan pahalanya

"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (yang ikhlas), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (Q.S Al Baqarah : 245)

4. Allah akan memberikan bagiannya di akhirat

"Abu Said al-Khudri telah melaporkan bahwa Nabi merespon ketika Ali bin Abi Talib telah membayar hutang seorang Muslim yang telah mati dan meninggalkan hutang dengan bersabda: Semoga Allah menebus bagian kamu dari neraka sebagaimana kamu menebus bagian saudara Muslim kamu! Tidak ada umat Islam yang membayarkan hutang saudaranya kecuali Allah memberikan bagiannya di hari akhirat. (Sharh as-Sunnah)

5. Allah akan memberikan Rahmat

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).” (HR. Bukhari)

6. Allah akan memberikan naungan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim)

7. Allah akan memberikan ampunan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Dulu ada seorang pedagang biasa memberikan pinjaman kepada orang-orang. Ketika melihat ada yang kesulitan, dia berkata pada budaknya: Maafkanlah dia (artinya bebaskan utangnya). Semoga Allah memberi ampunan pada kita. Semoga Allah pun memberi ampunan padanya.”(HR. Bukhari)

8. Mendapatkan pahala seperti pahala membebaskan budak

“Barang siapa memberi pinjaman berupa unta (untuk diambil air susunya) atau uang atau memberikan tanahnya untuk dijadikan jalan umum, baginya sama dengan pahala memerdekaan budak.” (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Menolong orang yang berhutang memiliki banyak sekali keutamaan, menolong dengan memberikan perpanjangan jatuh tempo saja dibalas seperti sedekah untuk setiap harinya, apalagi dengan memberikan pinjaman hutang tanpa bunga  (qard hasanah) atau memberikan sedekah pasti akan dibalas dengan balasan yang jauh lebih besar dan berlipat.

Sahabat SRM, teruslah banyak memberi pertolongan kepada mereka yang benar-benar tidak bisa untuk membayar hutangnya apalagi hutang riba dan ingat bahwa kewajiban menolong seorang yang memiliki hutang riba cukup sampai membayar hutang pokoknya bukan bunganya, karena setelah turun Q.S Al Baqarah ayat 275 kita dilarang untuk membayarkan bunga riba sama sekali.

Allahu A'lam
Sumber : Diolah dari berbagai sumber

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel